W A N I T A

W A N I T A, Jurnal Hijrah, HijrahJurnal, Kajian Islam, Motivasi Islam, Motivasi Hijrah, Dunia Islam, Berita Islam, Tips Sukses, Inspirasi, Renungan


Wanita cantik memang sangat banyak diluaran sana, tetapi wanita muslimah yang menahan diri untuk tidak memperlihatkan kecantikannya sungguh sangatlah jarang, dia pandai menyembunyikan kecantikannya.

Meskipun kecantikannya tak terlihat, dia tak sedikitpun getir dan khawatir akan penilaian orang lain terhadapnya. Sikap malu yang ia miliki selalu menjadi pengendali untuk terus menyembunyikan kecantikan yang ada disekujur tubuhnya.

Karena ia tahu ketika ia berusaha untuk selalu menjaga kecantikan yang Allah titipkan padanya, maka Allah akan senantiasa menjaga hidupnya.

Maka, jadilah seorang wanita yang tersembunyi seperti halnya akar, iatidak terlihat namun sebenarnya ia ada.

Dan jadilah seorang wanita yang tersembunyi seperti halnya mutiara di dalam cangkang, tersimpan elok, bersih dan menawan.

Mutiara akan sangat indah tersimpan rapi di tempatnya.
Tidak ada yang sembarangan melihatnya.
Tidak ada sembarang orang pun menjamahnya.

Suatu saat engkau akan mengerti dan beranggapan:
Cukuplah wajah kami hanya untuk yang halal saja.
Suami-suami kami, mereka yang lebih berhak.
Mereka yang lebih pantas disodorkan wajah kami, bukan media sosial.

Maka simpan rapat fotomu.
Tausiyahmu di media sosial tidak perlu ada foto diri.
Orang tidak akan mau tahu siapa dibalik akun ini dan itu.
Biarlah engkau tersembunyi.
Tersembunyi untuk yang halal saja.
Bukan untuk pandangan yang akan membuat diri ini semakin bertumpuknya dosa.

Biarlah tulisan saja yang membuatmu dikenal.
Tak perlu wajahmu.

Wallahu'alam.
Semoga bermanfaat.

Persiapkan Pernikahan Sejak Sekarang

Persiapkan Pernikahan Sejak Sekarang, Jurnal Hijrah, HijrahJurnal, Kajian Islam, Motivasi Islam, Motivasi Hijrah, Dunia Islam, Berita Islam, Tips Sukses, Inspirasi, Renungan


Menikahlah karena kamu memang siap menikah, jangan menikah hanya karena ingin atau tak tahan melihat teman bermesraan dengan pasangan halalnya.

Kenapa?
Jika kamu menikah hanya karena ingin, kemudian setelah menikah kamu ingin bercerai, kamu juga akan mudah bercerai dan menyerah sebelum berjuang keras mempertahankan rumah tanggamu.

Karena kamu hanya menuruti apa yang saat ini menjadi keinginanmu. Sementara setelah menikah, tak semua hal berjalan sempurna seperti keinginan atau impian yang telah kamu rangkai sebelumnya.

Jika kamu memang siap menikah, segala hal telah kamu pikirkan dengan matang sebelum kamu memutuskan untuk melepas masa lajang, maka kamu akan lebih siap mengahadapi ujian pernikahan nantinya.

Semestinya, sebelum keinginanmu menikah semakin melanda dan menggebu, persiapkan pernikahanmu sebaik mungkin dari sekarang. Bisa dari 5 tahun sebelum target pernikahanmu, atau bahkan sejak sebelum ada keinginan untuk menikah.

Pernikahan adalah masa terlama dalam fase kehidupan (jika Allah memberi umur panjang). Maka dari itu belajarlah untuk menghadapi segala kemungkinan ujian di dalam pernikahan.

Karena kenyataannya ada banyak sekali mereka yang mengira setelah menikah kehidupannya sempurna, justru setelah menikah dia merasa ada banyak kecacatan di dalam rumah tangganya.

"Kenapa pasanganku seperti ini?"
"Kenapa mertuaku seperti ini?"
"Kenapa iparku seperti itu?"
"Kenapa ekonomi setelah menikah semakin sulit?"
Dan lain sebagainya.

Jangan menikah hanya karena 'kebelet' ingin bermesraan. Tapi menikahlah karena kamu memang sanggup menghadapai segala ujian setelah pernikahan.

Wallahu'alam.
Semoga bermanfaat.

Hijrah dan Lupakan Masa Lalu

Hijrah dan Lupakan Masa Lalu, Jurnal Hijrah, HijrahJurnal, Kajian Islam, Motivasi Islam, Motivasi Hijrah, Dunia Islam, Berita Islam, Tips Sukses, Inspirasi, Renungan


Satu hal yang harus kamu lakukan saat kamu menyesali kesalahanmu, yaitu bergegaslah memperbaiki masa depanmu. Kenapa bukan masa lalu? Karena masa yang telah terlewati tak bisa diulang kembali dan tak bisa diperbaiki.

Untuk itu, jangan terlalu terpuruk sebab masa lalumu yang buruk, bisa jadi disitulah kedewasaanmu tengah dibentuk. Lantas, lupakan masa lalu dan lebih baik kamu fokus memperbaiki masa sekarangmu untuk masa depan yang lebih baik.

Apapun yang telah Allah berikan kepadamu, terimalah semua itu dengan sebaik-baiknya penerimaan. Jangan mengeluh, walau kamu tak menyukainya.

Tidak usah terlalu terpuruk dan menyesal, karena semua itu tidak ada gunanya jika kamu tak bergegas melakukan perbaikan yang nyata.

Maka tidak peduli susah atau senang, baik atau buruk hidupmu dulu, harus selalu kamu terima dengan bijaksana, harus selalu kamu syukuri tiada henti.

Jika dulu kamu pernah berada dalam keadaan yang buruk, tak usah berkecil hati dan terus menyesal, karena yang Allah lihat adalah hidupmu yang sekarang, yang terpenting adalah taubatmu saat ini.

Ketahuilah bahwa setiap hikmah dan pelajaran berharga selalu hadir dari setiap kejadian dan musibah.

Maka, berpikirlah positif, mungkin jika dulu kamu tak melakukan kesalahan maka taubatmu tak sebaik dan seikhlas saat ini.

Oleh karenanya, tidak perlu kamu berlarut memikirkan kesalahanmu dulu hingga mengharu biru, jadikan semua kesalahan yang telah terjadi sebagai pelecutmu untuk terus maju.

Terimalah masa lalu yang menurutmu buruk bahkan sangat buruk sekalipun dengan lapang dada untuk perbaikan di hari esok dan seterusnya.

Tidak usah membencinya, cukup kamui jadikan pengingat diri agar kedepannya tak jatuh pada kesalahan di masa lalu.

Wallahu'alam.
Semoga bermanfaat.

Tentang Penantianku

Tentang Penantianku, Jurnal Hijrah, HijrahJurnal, Kajian Islam, Motivasi Islam, Motivasi Hijrah, Dunia Islam, Berita Islam, Tips Sukses, Inspirasi, Renungan


Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku daripada mengungkapkannya.
Menantimu dalam do'a lebih bermakna daripada menjelaskannya.

Mungkin mendo'akanmu dari jauh adalah cara terbaik agar aku bisa memelukmu dalam rasa rindu ini.

Jika nanti waktu mengizinkan kita untuk bertemu.
Jika nanti Tuhan Yang Maha Baik mentakdirkan kita menjadi satu, aku ingin bercerita banyak hal padamu.

Tentang rasa cinta, rindu dan cemburuku saat menantimu.
Tentang hari-hari yang tak pernah lepas dari memikirkanmu.
Tentang do'a-do'a yang tak pernah luput dari mendo'akanmu.

Aku ingin bercerita bagaimana lelahnya aku menantimu.
Terkadang aku ingin mengakhiri penantian ini dihati yang lain.
Terkadang aku ingin membuka kisah indah dengan seseorang yang telah lama mencintaiku.
Namun lagi-lagi hatiku berkata, "Bersabarlah, dia akan datang."

Dan aku pun kembali menantimu.
Aku kembali menutup hatiku agar tak seorang pun singgah kecuali untukmu yang ingin menetap.

Jika nanti kamu membaca tulisanku.
Segeralah datang, aku lelah menantimu.

Semoga bermanfaat.

Antara Trauma dan Jera

Antara Trauma dan Jera, Jurnal Hijrah, HijrahJurnal, Kajian Islam, Motivasi Islam, Motivasi Hijrah, Dunia Islam, Berita Islam, Tips Sukses, Inspirasi, Renungan


Terkadang rasa sepi membuatku ingin membuka hati lagi. Terkadang juga ingin menerima hati yang baru lagi. Namun rasa takut seringkali menghampiri, apakah itu yang namanya TRAUMA? Rasa yang tak ingin dekat dengan siapapun lagi apakah itu yang namanya JERA?

Aku pernah bahagia karena cinta, tapi mungkin cintaku keliru pada orang yang salah, aku pernah peduli tapi diabaikan, aku pernah setia tapi aku dikecewakan, aku tidak pernah menuntut itu dan ini tapi aku dilukai.

Aku manusia biasa, punya rasa salah dan juga khilaf. Hatiku juga punya rasa titik lelah, semangatku terkadang bisa turun, dan terkadang imanku turun-naik.

Pada akhirnya aku memutuskan hatiku untuk kututup, tidak ingin dekat dengan siapapun, ingin membiarkan diriku bebas tanpa hubungan apapun.

Aku adalah tipe orang yang mudah terbawa perasaan lalu kemudian jatuh cinta. Namun, sekali aku jatuh cinta, maka aku tidak mudah melepaskan, dan perlu waktu yang lama untuk melepaskan saat aku dikecewakan. Namun, sekali aku melepaskan maka aku tidak bisa kembali lagi, meskipun aku kembali lagi, tapi percayalah aku tidak akan sama dengan yang dulu lagi.

Sekarang aku sendiri, dan aku ingin lebih memantaskan diriku, ingin menjadi yang terbaik bagi yang datang, agar yang datang juga yang terbaik.

Sabarku Dalam Keterbatasanmu

Sabarku Dalam Keterbatasanmu, Jurnal Hijrah, HijrahJurnal, Kajian Islam, Motivasi Islam, Motivasi Hijrah, Dunia Islam, Berita Islam, Tips Sukses, Inspirasi, Renungan


Untuk saat ini tolong do'akan aku agar bisa menjadi perempuan sederhana, yang kelak tidak akan kecewa karena mahar yang kau berikan untukku tak seperti yang ku mau, do'akan aku agar bisa menerimanya dengan lapang dada, tanpa ada rasa sebal terpancar diraut muka.

Dan tolong do'akan aku juga . . .
Agar tak seperti mereka yang kerap marah ketika nafkah yang diberikan hanya beberapa lembar rupiah, do'akan aku agar bisa sederhana tetap menjadi wanita yang qona'ah dengan segala apa yang engkau berikan padaku.

Do'akan aku agar aku tak seperti wanita yang kerap memarahi sang suami hanya karena tak bisa sering mengajaknya jalan-jalan, do'akan aku agar menjadi wanita yang sederhana yang hatinya tak dipenuhi dengan kecintaan dunia walaupun kelak kau takkan bisa mengajakku untuk sering belanja, do'akan aku supaya bisa menjalani rumah tangga kita dengan apa adanya.

Jika nanti setelah menikah engkau tidak bisa membawaku ke rumah yang megah, tolong do'akan aku agar bisa menerimanya dengan senyuman yang merekah, do'akan aku agar kelak selalu bisa bersamamu dalam keadaan sempit maupun lapang, di dalam ruang gelap maupun terang, di jalan yang terjal maupun datar, di air yang tenang ataupun ombak besar, di panas matahari maupun ketika badai menghadang, sekecil apapun tempat yang akan kita huni nanti, semoga aku akan selalu tabah agar bisa membangun rumah di surga.

Do'akan aku . . .
Aku ingin menjadi perempuan yang sederhana, yang cintanya bukan karena harta, yang baktinya bukan karena tahta, yang patuhnya bukan karena dunia. Namun segala kewajibannya dia lakukan tersebab agama dan demi menjemput keridhaan Sang Maha Pencipta menuju surgamu.

Semoga bermanfaat.

Mungkin Belum Waktunya

Mungkin Belum Waktunya, Jurnal Hijrah, HijrahJurnal, Kajian Islam, Motivasi Islam, Motivasi Hijrah, Dunia Islam, Berita Islam, Tips Sukses, Inspirasi, Renungan


Untukmu yang saat ini masih menunggu, tidak ada ceritanya orang itu telat menikah, maka menunggu saja dengan penuh kesabaran, karena Allah menuliskan pertemuanmu dengan jodoh sudah sangat adil.

Tidak usah terus-menerus gelisah, terlebih saat semua orang seakan membuka topik pertanyaan dengan yang sama, karena bagaimanapun jika belum waktunya berjodoh tentu kamu tidak akan menemukannya, atau tidak akan ada yang datang padamu.

Ketahuilah, Allah akan mendatangkan jodohmu saat kamu memang sudah sama-sama siap dan sudah sama-sama membutuhkan. Jadi, tetap tenanglah dalam masa menunggumu, berbaik sangka saja kepada Allah tiada henti, karena itu akan membuatmu baik-baik saja dan tenang.

Jika ada yang nyinyir karena usiamu, katakan, "Allah lebih tahu kapan aku pantas berjodoh", tidak usah gegabah, amarah atau tersinggung.

Tenang, semua sudah ada waktunya masing-masing, dan Allah tidak akan menukar siapa yang dituliskan untukmu kepada orang lain. Fokuskan saja dirimu menjadi lebih baik, karena Allah akan memberimu yang terbaik jika sudah tiba waktunya.

Sekarang, tidak perlu lagi berpikiran yang buruk tentang hari esok, cukup pasrahkan saja semuanya kepada Allah. Lebih baik fokuskan saja dirimu untuk menjadi lebih baik dulu, daripada kamu terus memikirkan kapan jodoh akan datang, karena Allah akan memberimu yang terbaik jika sudah tiba waktunya.

Wallahu'alam.
Semoga bermanfaat.

Cinta & Duka

Cinta & Duka, Jurnal Hijrah, HijrahJurnal, Kajian Islam, Motivasi Islam, Motivasi Hijrah, Dunia Islam, Berita Islam, Tips Sukses, Inspirasi, Renungan


Rasa memang tidak bisa dibohongi.
Tapi jangan dibodohi.

Cinta bukan hanya sekedar menciptakan bahagia.
Namun juga harus menjaga.

Bahagia bukan karena engkau dimiliki.
Namun bahagia karena engkau dihargai.

Menjaga bukan hanya sekedar hatimu.
Tapi yang terpenting mampu menjaga harga dirimu.

Mencintai itu tidak salah.
Yang salah itu cara mencintainya.

Jika engkau menaruh hati karena perasaan.
Maka yang ada kehinaan.
Namun jika engkau menaruh hati karena iman.
Maka yang ada kemuliaan.

Ketika engkau terobsesi dengan seseorang.
Perihal rasamu semakin dalam.
Hingga tatkala kau ingin mengungkapkan.

Dan lalu dengan palsunya dia menerimamu tanpa alasan.
Disitulah cinta memulai kehinaan.

Engkau dicintai tanpa dasar.
Tiada penjagaan bagimu dan juga kemuliaan.
Yang ada engkau perlahan-lahan dihina dan dilecehkan.
Karena dia menerimamu karena basa-basi.
Bukan karena hati dan seucap janji suci.
Dengan harapan hingga menua bersama nanti.

Karena itu cintamu dijadikan murahan.

Namun apabila rasamu diharga karena alasan iman.
Menyadari bahwa kau karena kehendaknya.
Maka tidaklah dia menerimamu.
Melainkan melamarmu.

Agar terjagalah rasamu dan hatimu.
Dari kehinaan dan juga kemaksiatan.

Jangan mudah mencintai hanya karena alasan suka.
Kemudian menganggap itu adalah jodoh.
Nyatanya duka karena ceroboh memberi hati dengan bodoh.

Jika cinta cukuplah selipkan dalam do'a dan utarakan dengan rasa.
Maka cinta itu akan menjadi mulia karena Allah menjaganya.

Wallahu'alam.
Semoga bermanfaat.

Haruskah Datang ke Nikahan Mantan?

Haruskah Datang ke Nikahan Mantan?, Jurnal Hijrah, HijrahJurnal, Kajian Islam, Motivasi Islam, Motivasi Hijrah, Dunia Islam, Berita Islam, Tips Sukses, Inspirasi, Renungan


"Jika salah satu diantara kalian diundang walimah, maka datanglah." [HR. Bukhari Muslim]

Wajib hukumnya memenuhi undangan pernikahan (kecuali ada udzur syar'i).

Tapi kalo yang ngundang mantan? Tergantung.
Kalo sekiranya kedatanganmu baik, dia dan calon pasangannya juga ngga baper, silahkan.

Tapi kalo misal dengan kedatanganmu ternyata menimbulkan kegaduhan.

Misal pas di atas pelaminan tiba-tiba dia meluk kamu, padahal di sebelahnya ada pasangan halalnya.
Atau karena kecewa berat, kamu sakit hati sampai pingsan sehingga membuat ricuh suasana.
Atau pasangannya cemburu melihat kedatanganmu, sebaiknya ngga perlu datang.

Kadang ada yang sengaja datang ke nikahan mantan bawa pasangan baru untuk dipamerkan. Nah, ini yang ngga boleh.

Jadi berniatlah ikhlas dan do'akan dia dengan pasangan halalnya. Meskipun sakitnya luar biasa.

Karena, dia yang berjiwa besar adalah dia yang merelakan orang yang dicintainya meskipun ditakdirkan dengan yang lain. Dia tetap mendo'akan kebaikan meskipun luka di hatinya masih basah dan menganga.

Karena dia tahu, jodoh adalah takdir. Dia tak berjodoh dengan seseorang yang dia inginkan dan sekuat hati dia terima kenyataan itu lalu mendo'akan kebaikan untuk pernikahan mereka.

Ibu . . . Maaf Jika tak Ada Ucapan Selamat Untukmu

Ibu . . . Maaf Jika tak Ada Ucapan Selamat Untukmu, Jurnal Hijrah, HijrahJurnal, Kajian Islam, Motivasi Islam, Motivasi Hijrah, Dunia Islam, Berita Islam, Tips Sukses, Inspirasi, Renungan


Ibu . . .
Maaf jika hari ini tak ada ucapan selamat hari ibu untukmu.
Bagiku, tak ada tanggal khusus untuk mengungkapkan rasa sayang dan cinta itu padamu.

Setiap kali sinar matahari menyemburat bersama kabut tipis yang menyelimuti pagi, engkau selalu terucap dalam baris do'aku.

Seperti kasih sayangmu yang tak pernah pudar oleh waktu, seperti itulah aku mengingatmu di kota Rasulullah ini. Walau ku tahu baktiku takkan bisa membayar setiap titik peluh yang menetes saat membesarkanku, bahkan tidak untuk sepenggal malam yang membuatmu terjaga karena tangisanku dulu.

Maaf . . .
Jika tak ada ucapan selamat untukmu.
Karena aku tak ingin menyelisihi Rasulullah dengan mengkhususkan hari untuk merayakan kasihmu. Dan karena bakti, cinta, serta kasih sayang, tak perlu waktu khusus untuk mengungkapkannya.

Maaf . . .
Jika hari ini tak ada kado untukmu.
Namun aku berjanji menjadi kado terindah bagimu, agar aku mendo'akanmu disaat engkau ada ataupun tiada.

Semoga Allah menjagamu ibu . . .

Aku tahu kalau engkau takkan pernah membaca goresan pena ini, namun biarkan aku menulisnya untukmu dan untuk mereka yang ingin tetap mencintai kedua ibu bapaknya di sisa waktu yang ada.

Wallahu'alam.
Semoga bermanfaat.