Menjadi Orang Asing Dan Musafir Di Dunia ini

Jurnal Hijrah | Kumpulan Artikel Islami

"Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir (orang yang bepergian)." 
.
Demikian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berpesan pada Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhu (HR. Al-Bukhari no.6416) 
.
Seorang mukmin hidup di dunia ibaratnya seperti orang asing atau musafir. Suatu permisalan yang penuh makna dan pesan yang agung. 
.
Para 'ulama menjelaskan hadits ini dengan mengatakan, "Janganlah engkau condong kepada dunia; janganlah engkau menjadikannya sebagai tempat tinggal (untuk selama-lamanya); janganlah terdetik dalam hatimu untuk tinggal lama padanya; dan janganlah engkau terikat dengannya kecuali sebagaimana terikatnya orang asing di negeri asing (yakni orang asing tidak akan terikat di tempat tersebut kecuali sedikit sekali dari sesuatu yang dia perlukan); dan janganlah engkau menyibukkan diri padanya dengan sesuatu seperti orang asing yang ingin pulang kepada keluarganya tidak tersibukkan dengannya; dan Allah-Iah yang memberi taufiq." 
.
Permisalan Seorang Mukmin di Dunia 
.
Inilah permisalan yang disebutkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan inilah kenyataannya. Kerana sesungguhnya seseorang di dunia ibaratnya seorang musafir. Maka dunia bukanlah tempat tinggal yang tetap (selama-lamanya). Bahkan dunia itu sekedar tempat lalu yang cepat berlalunya. Orang yang melaluinya tidak pernah merasa letih baik malam maupun siang hari. 
.
Adapun seorang musafir biasa, kadang-kadang dia singgah di suatu tempat lalu dia boleh beristirahat. Akan tetapi musafir dunia (yakni permisalan orang-orang yang beriman di dunia) tidak pernah singgah, dia terus-menerus dalam keadaan safar (perjalanan). Bererti setiap saat dia telah menempuh suatu jarak dari dunia ini yang mendekatkannya ke negeri akhirat.Maka bagaimana sangkaanmu terhadap suatu perjalanan yang pelakunya sentiasa berjalan dan terus bergerak, bukankah dia akan sampai ke tempat tujuan dengan cepat? Tentu, dia akan cepat sampai. Kerana inilah Allah Ta'ala menyatakan: 
.
"Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari." (AnNazi'at:46) 
.
Orang mukmin ketika hidup di dunia, kedudukannya seperti orang asing. Maka hatinya pun tidak akan terikat dengan sesuatu di negeri asing tersebut. Bahkan hatinya terikat dengan tempat tinggal (negerinya) yang dia akan kembali kepadanya. Dan dia menjadikan tinggalnya di dunia hanya sekedar untuk menunaikan keperluannya dan mempersiapkan diri untuk kembali ke negerinya. Inilah keadaan orang yang asing. Atau bahkan seorang mukmin itu seperti musafir yang tidak pernah menetap di suatu tempat tertentu. Bahkan dia terus-menerus berjalan menuju tempat tinggalnya.Maka seorang mukmin hidup di dunia ini ibaratnya seperti seorang hamba yang ditugaskan oleh tuannya untuk suatu keperluan ke suatu negeri. Hamba tersebut tentunya ingin bersegera melaksanakan apa yang ditugaskan oleh tuannya lalu kembali ke negerinya. Dan dia tidak akan terikat dengan sesuatu kecuali apa yang ditugaskan oleh tuannya. 
.
Keadaan Orang Asing dan Musafir 
.
Hadits mengenai 'orang asing dan musafir” selengkapnya diriwayatkan Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhu adalah sebagai berikut, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memegang kedua pundakku lalu bersabda, "Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir (orang yang bepergian)." Lalu Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhu menyatakan, "Apabila engkau berada di petang hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga petang hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR. AIBukhari no.6416) 
.
AI-Imam Abul Hasan 'Ali bin Khalaf di dalam Syarh AlBukhari, menjelaskan mengenai hadits ini, "Penjelasannya adalah bahwa orang asing biasanya sedikit berkumpul dengan manusia sehingga terasing dari mereka. Kerana hampir-hampir dia tidak pernah melewati orang yang dikenalnya dan diakrabinya serta orang-orang yang biasanya berkumpul dengannya. Sehingga dia pun merasa rendah diri dan takut. 
.
Demikian pula dengan seorang musafir. Dia tidak melakukan perjalanan melainkan sekedar kekuatannya. Dan dia pun hanya membawa beban yang ringan agar tidak terbebani untuk menempuh perjalanannya. Dia tidak membawa apa-apa kecuali hanya sekedar bekal dan kendaraan sebatas yang dapat menyampaikannya kepada tujuan. 
.
Hal ini menunjukkan bahwa sikap zuhud terhadap dunia dimaksudkan agar dapat sampai kepada tujuan dan mencegah kegagalan. Seperti halnya seorang musafir. Dia tidak memerlukan membawa bekal yang banyak kecuali sekedar apa yang dapat menyampaikannya ke tempat tujuan. 
.
Demikian pula halnya dengan seorang mukmin dalam kehidupan di dunia ini. Dia tidak memerlukan banyak bekal kecuali hanya sekedar bekal untuk mencapai tujuan hidupnya yakni negeri akhirat.” 
.
Dia tidak mengambil bagian dari dunia ini kecuali apa-apa yang dapat membantunya untuk taat kepada Allah dan ingat negeri akhirat. Hal inilah yang akan memberikan manfaat kepadanya di akhirat. 
.
"Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan agar kita menyerupai orang asing. Kerana orang asing itu apabila memasuki suatu negeri, dia tidak mau bersaing dengan penduduk pribumi. Dan tidak pula berbuat sesuatu yang mengejutkan sehingga orang-orang melihat dia melakukan sesuatu yang berbeda dengan kebiasaan mereka. Misalnya dalam berpakaian. Sehingga dia pun tidak bermusuhan dengan mereka. Tentunya selama dalam batasan syar'i. 
.
Demikian pula halnya dengan seorang musafir. Dia tidak merasa perlu mendirikan rumah tetap dalam perjalanannya (kalau seorang mukmin di dunia cukup memiliki sebuah rumah untuk sekedar sebagai fasilitas. pendukung dalam menyempurnakan ibadahnya). Dan dia menghindari perselisihan dengan manusia karena dia ingat bahwa dia tinggal bersama mereka hanyalah untuk sementara waktu saja. 
.
Maka setiap keadaan orang asing ataupun seorang musafir adalah baik bagi seorang mukmin untuk diterapkan dalam kehidupannya di dunia. Kerana dunia bukanlah negerinya, juga kerana dunia telah membatasi antara dirinya dengan negerinya yang sebenarnya (yakni negeri akhirat)." 
.
Demikianlah sikap yang harus dimiliki oleh seorang mukmin. Dia tidaklah berlomba-Iomba dan bersaing dalam masalah dunia sebagaimana orang asing. Dan juga tidak berniat tinggal seterusnya di dunia sebagaimana seorang musafir. 
.
Kita memohon kepada Allah Yang Maha Agung agar mengasihi kita dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang zuhud terhadap dunia, 
.
Aamiin ya robbal alaamiin..
.

DUNIA DI GENGGAMAN, AKHIRAT DI HATI

Jurnal Hijrah | Kumpulan Artikel Islami

Terkadang hati dan iman kita sedang lemah, kita bisa jadi timbul rasa iri, mereka bisa segera meraih kenikmatan dunia, sedangkan kita terkadang sibuk dengan menuntut ilmu dan dakwah sehingga dunia tidak banyak kita dapat. Maka kita ajaklah mereka berlomba-lomba dengan akhirat misalnya:
.
Ketika mendengar teman sudah bisa punya rumah dengan membayar KPR maka kita katakan, kita juga sedang membangun rumah disurga dengan memakmurkan masjid dan amalan lainnya.
.
Ketika mendengar anak tetangga lancar les bahasa inggris, maka kita katakan, anak kita sudah lancar bahasa Arab .
.
Ketika mendengar teman sudah kulias S2 atau S3 di Amerika dan Eropa maka kita katakan, saya sudah menghapal sekian juz Al-Quran dan berpuluh-puluh hadits.
.
Jangan sering melihat kenikmatan orang lain dan lupa nikmat sendiri
.
Dan kita diperintahkan agar jangan terlalu silau dan terpana dengan kenikmatan orang lain.
.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
.
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
.
“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan di dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan karunia Rabb-mu adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Surah Thaha : 131)
.
Melihat kenikmatan orang lain dan membanding-bandingkan dengan kita hanyalah membawa kesedihan dan menambah duka saja.
.

LEMAH LEMBUTNYA HATI

Jurnal Hijrah | Kumpulan Artikel Islami

Hati burung dikenal lemah lembut, sangat tinggi tawakkalnya dan rasa takutnya pada Allah. Inilah hati yang dikatakan sebagai hati penduduk surga.
.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan masuk surga suatu kaum yang hati mereka seperti hati burung.” (HR. Muslim no. 2840).
.
Yang dimaksud dengan hadits di atas adalah hati mereka yang dikatakan masuk surga itu adalah hati yang lemah lembut. Ada pula yang menyebutkan bahwa hati burung itu penuh rasa takut dan khawatir. Karena memang demikianlah keadaan burung yang penuh rasa khawatir dan takut. Ada pula ulama yang menafsirkan bahwa hati burung itu penuh rasa tawakkal, yaitu selalu bergantung pada Allah. Demikian beragam pendapat yang disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim, 17: 177.
.
Sebagaimana dijelaskan pula oleh Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah ketika membahas ‘tidaklah hewan melata di muka bumi melainkan Allah yang beri rezeki’, lantas beliau berkata, “Bukanlah yang dimaksud meninggalkan sebab lalu berpangku tangan pada makhluk lain supaya bisa mendapatkan rezeki. Sikap malas-malasan seperti ini yang enggan berusaha bertolak belakang dengan maksud tawakkal. Imam Ahmad pernah ditanya mengenai seseorang yang cuma mau duduk-duduk saja di rumahnya atau hanya berdiam di masjid, ia berkata, “Aku tidak mau bekerja sedikit pun dan hanya mau menunggu sampai rezekiku datang.” Imam Ahmad pun berkata, “Orang ini benar-benar bodoh. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda -sebagaimana hadits burung di atas-. Disebutkan bahwa burung saja bekerja dengan berangkat di pagi hari. Para sahabat Nabi yang mulia pun berdagang dan bekerja dengan hasil kurma mereka. Merekalah sebaik-baik teladan.” (Fathul Bari, 11: 306)
.

Pilihan-Nya lah yang Terbaik

Jurnal Hijrah | Kumpulan Artikel Islami

Terkadang seseorang tertimpa takdir yang menyakitkan yang tidak disukai oleh dirinya, kemudian dia tidak bersabar, merasa sedih dan mengira bahwa takdir tersebut adalah sebuah pukulan yang akan memusnahkan setiap harapan hidup dan cita-citanya. Akan tetapi, sering kali kita melihat dibalik keterputus-asaannya ternyata Allah memberikan kebaikan kepadanya dari arah yang tidak pernah ia sangka-sangka.
.
Sebaliknya, berapa banyak pula kita melihat seseorang yang berusaha dalam sesuatu yang kelihatannya baik, berjuang mati-matian untuk mendapatkannya, tetapi yang terjadi adalah kebalikan dari apa yang dia inginkan.
.
Ok gaes,maka berfikir fositif dan bersyukur adalah salah cara untuk menikmati proses kehidupan,setidaknya Tuhan hanya menyuruh untuk berusaha,bukan memaksa untuk sukses dan berhasil.Jadi sukuri apa yang ada,lakukan apa yang bisa,dan nikmati prosesnya.Dari pada hanya diam,menghayal dan mengeluh.
.
Karena Allah Ta’ala pun telah berfirman,
.
و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ
.
“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)
.

SIAPA YANG CARI PASANGAN TANPA KEKURANGAN, MAKA TAKKAN PERNAH BERPASANGAN

Jurnal Hijrah | Kumpulan Artikel Islami

Imam Fudhail bin Iyadh pernah berkata,
.
من طلب أخا بلا عيب بقي بلا أخ
.
"Siapa yang mencari saudara yang tak bercela, maka ia takkan pernah punya saudara"
.
Jika saudara saja demikian, maka tentunya pasangan lebih utama lagi. Siapa yang mencari pasangan tanpa kekurangan, takkan pernah berpasangan selamanya.
.
Tatkala kau dapati kekurangan pada isterimu, maka perhatikan nasehat Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam_kita,
.
« لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ »
.
"Tidak sepatutnya seorang mu'min meremehkan (isterinya) mu'minah. Jika ia dapati ada sesuatu perangai yang tidak ia sukai, maka ia pasti ridha dengan perangai yang lainnya."( HR. Muslim )
.
Isterimu bukanlah malaikat, tapi dia adalah bidadarimu di dunia dan kelak di akhirat (dengan izin Allah), sebagaimana pula kau bukanlah malaikat.
.
Sungguh aneh,
```Kau tak puas dengan kecantikan isterimu, sedangkan kau sendiri juga tak pula rupawan```...
```Kau tak puas dengan kekayaan isterimu, sedangkan kau sendiri bukanlah orang berharta```...
```Kau mengeluhkan kecerdasan isterimu, sedangkan kau sendiri juga bukanlah orang berilmu```...
.
Perhatikanlah ketika seorang pria mendatangi seorang Imam yang sholeh Rahimahullahu lalu bertanya,
.
_"Aku menikah dengan seorang Wanita, ternyata dia pincang. Apakah lebih baik aku pulangkan saja?" 
.
Apa jawab sang Imam ?
.
Perhatikan jawaban beliau,
.
إن كنت تريد أن تسابق بها فردها
.
"Jika kamu (menikah) ingin balap lari dengan dia, maka pulangkan dia!"
.
Rumah tangga itu tujuannya ibadah, bagaimana kamu setelah menikah justru bertambah semakin dekat kepada Allah Ta'ala.
.

Engkau yang Sedang Bersedih

Jurnal Hijrah | Kumpulan Artikel Islami

Saudaraku dengarlah ini..
Demi Allah engkau mungkin bahagia di pagi hari..
Tetapi sore hari engkau malah terkena musibah..
Hari ini engkau bahagia..
Bisa jadi esok justru engkau menangis...
.
Subhanallah, inilah dunia..
Dunia ini adalah sebuah tempat dimana yang sehari membuatmu tertawa dan esok membuatmu menangis.. Saat Seperti itu Apa yang Harus Engkau Lakukan?
.
Saat engkau sedang diuji sakit..
Saat engkau gundah karena memikirkan hutang yang bertumpuk..
Saat diuji dengan meninggalnya orang-orang yang kita sayangi..
Saat ada permasalahan dengan orang terdekat (suami/istri)..
Bahkan saat engkau gundah, gelisah dan putus asa karena dosa yang pernah dilakukan.
.
 لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَ
"Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita."
(Qs. At Taubah 40) .
.
Seorang muslim yang bertauhid, selama dahimu menempel di tanah jangan takut apapun!
.
Wahai saudaraku, ingatlah ini..
"Sesungguhnya jarak antara masalahmu dan jalan keluar,seperti jarak antara dahimu dan bumi (tanah)"
.
Jika demikian apa solusinya? Apa jalan keluarnya dari permasalahan dan kesedihan yang menghimpit?
.
Maka Solusinya adalah Perbanyak Sujud (Shalat). Banyak diantara jalan keluar dan solusi dari masalah-masalah yang dihadapi oleh Nabi _-shalallahu alaihi wasallam-_ datang dengan sujud (shalat)
.
"Maka sujudlah dan mendekatlah."
(Qs. Al-'Alaq 19)
.
"Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan *jadilah engkau di antara orang-orang yang SUJUD (sholat)."*_
(Qs. Al-Hijr 98)
.
Dan Perbanyaklah Do'a didalamnya..*_ "Keadaan paling dekat seorang hamba dari Rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, maka perbanyak doa (didalamnya ketika sujud).”
(HR. Muslim) . . .
.
Sujudlah (perbanyaklah sholat) dan perbanyaklah do'a didalamnya.. . 
Lakukanlah *dengan penuh penghambaan kepada-Nya,* maka niscaya Dia akan mudahkan jalan keluar dari setiap permasalahanmu dan pula kesedihanmu.
.

Selama Engkau Hidup

Jurnal Hijrah | Kumpulan Artikel Islami

Jangan takut menghadapi hari esok yang engkau tidak memiliki pengetahuan apa-apa atasnya⁣⁣⁣.
⁣⁣⁣.
Karena kita memiliki Allah, ⁣⁣⁣ yang Maha Mengetahui perihal apa-apa yang terbaik bagi tiap-tiap diri hamba-Nya⁣⁣⁣.
⁣⁣⁣.
Seorang Muslimah tangguh, ⁣⁣⁣ tidak mengenal urusan galau dan terpuruk⁣⁣⁣.
⁣⁣⁣.
Setiap kali ia disapa oleh keresahan,⁣⁣⁣hatinya segera ditata kembali dengan Al Qur’an dan Sunnah⁣⁣⁣. Jiwanya dirapikan kembali dengan memperbanyak sujud kepada Allah ta’ala⁣⁣⁣.
⁣⁣⁣.
Sungguh ,,,⁣⁣⁣
keterpurukan itu hanya menyisakan sesuatu yang tiada berguna⁣⁣⁣
⁣⁣⁣.
Ia melahirkan kesusahan hati ,,,⁣⁣⁣
⁣⁣⁣.
🔸baik itu kesusahan bagi dirinya sendiri,⁣⁣⁣
🔸kesusahan bagi orang yang melahirkannya,⁣⁣⁣
🔸maupun kesusahan bagi orang-orang yang ⁣⁣⁣ dilahirkannya⁣⁣⁣.
⁣⁣⁣.
Tugas Muslimah itu besar⁣⁣⁣.
Ia melahirkan calon generasi besar⁣⁣⁣.
⁣⁣⁣.
⁣Dan orang-orang besar. . .
.
Tidak menyibukkan diri dan bertikai dengan hawa nafsunya sendiri pada perkara-perkara kecil yang remeh temeh⁣⁣⁣.
.
Karenanya jangan merasa heran⁣  . . .⁣⁣
.
Jika dihadapan kita banyak ketidakberhasilan dalam mendidik dan membentuk mental anak⁣⁣⁣
menjadi mandiri⁣⁣⁣.
⁣⁣⁣.
Boleh jadi karena orang tuanya terlalu sibuk ⁣⁣⁣      pada hal-hal cengeng yang sebenarnya ⁣⁣⁣ sudah ada syarat dan ketentuannya hingga tak perlu banyak diributkan ⁣  lagi⁣.⁣
⁣⁣⁣.
Don't have a mindset like ⁣⁣⁣.
"I can't be happy unless I have this or that"⁣⁣⁣.
Happiness is a choice⁣⁣.
⁣⁣⁣.
Make your attitude, one of gratitude⁣⁣⁣.
Alhamdulillah, Allah gave me more⁣⁣⁣.
than I deserve⁣⁣⁣.
⁣⁣⁣.
Begitulah seharusnya sikap seorang ⁣⁣ MUSLIMAH (yang diberkahi)⁣⁣.
.

Yakin, Siap Nikah?

Jurnal Hijrah | Kumpulan Artikel Islami

Assalamu 'Alaikum Warahmatulloah ...!!
Salam sahabat Fillah..
Para singlelillah perlu merenung dan memikirkan matang2 sprt apa kondisi orang setelah menikah ??
.
1) . apakah anda siap melepas kebebasan ?? setelah menikah , anda tdk lagi memiliki kebebasan itu ..
.
2). apakah anda siap berbagi dg segala hal ?? dulu anda naik motor atau mobil sndri , bs keluar malam sndri , kini anda tdk bisa bebas lagi ..
.
3). apakah anda siap menaiki " Roller Coaster " kehidupan ?? akan ada banyak sekali suka dan duka yg akan di jumpai dlm kehidupan pernikahan ..
.
4). apakah anda siap terkejut karena menemukan hal baru di pasangan ?? anda akan di kejutkan dg banyak hal baru dr pasangan yg belum prnh anda ketahui sebelum nya ..
.
5). apakah anda siap melihat sisi paling jelek dr pasangan ?? setelah menikah anda bertemu setiap saat , tdk ada waktu untk bersiap diri , krna anda sllu berada bersama pasangan setiap saat ..
.
6). apakah anda siap bertemu setiap saat ?? yakin , anda tdk bosan ?? jika siap , berarti anda sudah siap menikah ..
.
7). apakah anda siap menyelesaikan masalah bersama ?? setelah menikah anda harus menyelesaikan masalah bersama pasangan , karena anda berdua menjadi bagian yg utuh dan tak terpisahkan ..
.
8). apakah anda siap menemukan tujuan paling hakiki dari pernikahan ?? setelah menikah anda akan menemukan makna dan tujuan pernikahan secara lbh jelas ..
.
9). apakah anda siap menghadapi kerepotan mengurus anak ?? keintiman anda sebagai suami istri akan " terganggu " oleh kerepotan mengurus anak ..
.
10). apakah anda siap terikat hak dn kewajiban ?? anda terikat hak dn kewajiban bersama pasangan , apalagi setelah muncul anak , bertambah lagi beban dn kewajiban itu ..
.
BAGAIMANA .?? APAKAH KAMU SUDAH BENAR2 SIAP .???
.

Kejar Akhirat Dunia Mengikuti

Jurnal Hijrah | Kumpulan Artikel Islami

Apabila seorang hamba menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya dan mengesampingkan urusan akhiratnya, maka Allâh Azza wa Jalla akan menjadikan urusan dunianya tercerai-berai, berantakan, serba sulit, serta menjadikan hidupnya selalu diliputi kegelisahan.
.
Allâh Azza wa Jalla juga menjadikan kefakiran di depan matanya, selalu takut miskin, atau hatinya selalu tidak merasa cukup dengan rizki yang Allâh Azza wa Jalla karuniakan kepadanya.
.
Dunia yang dapat hanya seukuran ketentuan yang telah ditetapkan baginya, tidak lebih, meskipun ia bekerja keras dari pagi hingga malam, bahkan hingga pagi lagi dengan mengorbankan kewajibannya beribadah kepada Allâh, mengorbankan hak-hak isteri, anak-anak, keluarga, orang tua, dan lainnya.
.
Orang yang hatinya sehat, dia akan lebih mengutamakan akhirat daripada kehidupan dunia yang fana, tujuan hidupnya adalah akhirat.
.
Dia menjadikan dunia ini sebagai tempat berlalu dan mencari bekal untuk akhirat yang kekal.
.
Orang yang hatinya sehat akan selalu mempersiapkan diri dengan melakukan ketaatan dan mengerjakan amal-amal shalih dengan ikhlas karena Allâh Azza wa Jalla dan menjauhkan larangan-larangan-Nya, karena dia yakin pasti mati dan pasti menjadi penghuni kubur dan pasti kembali ke akhirat.
.
Karena itu, dia selalu berusaha untuk menjadi penghuni surga dengan berbekal iman, takwa, dan amal-amal yang shalih.
.
Orang Muslim tujuan hidupnya adalah akhirat, karena itu ia wajib berbekal untuk akhirat dengan bekal terbaik yaitu takwa kepada Allâh Azza wa Jalla.
.
Takwa yaitu melaksanakan perintah-perintah Allâh Azza wa Jalla dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
.
Apabila seorang Muslim beriman dan bertakwa kepada Allâh, maka ia akan diberi rizki dari arah yang tidak diduga dan diberikan jalan keluar dari problematikanya
.
Wallahu alam.
.

MENJAGA LISAN

Jurnal Hijrah | Kumpulan Artikel Islami

بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
.
Allah SWT berfirman:
.
وَقُل لِّعِبَادِى يَقُولُوا الَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْإِنْسٰنِ عَدُوًّا مُّبِينًا
wa qul li'ibaadii yaquulullatii hiya ahsan, innasy-syaithoona yanzaghu bainahum, innasy-syaithoona kaana lil-insaani 'aduwwam mubiinaa
.
"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 53)
.
Kita hidup di mana orang-orang banyak menghina sesama muslim lainnya.
Hina dahulu, minta maaf kemudian
Sepertinya sudah jadi tren sekarang
.
Renungkann hadits Nabi berikut ini:
.
“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya.” (HR Muslim)
.
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,
”Seseorang mati karena tersandung lidahnya.
Dan seseorang tidak mati karena tersandung kakinya.
Tersandung mulutnya akan menambah (pening) kepalanya.
Sedang tersandung kakinya akan sembuh perlahan.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya (hadits no. 6474) 
.
Dari Sahl bin Sa’id bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) sesuatu yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, kuberikan kepadanya jaminan masuk surga.”
.
Yang dimaksud dengan “sesuatu yang ada di antara dua janggutnya” adalah mulut, sedangkan “sesuatu yang ada di antara dua kakinya” adalah kemaluan.
.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت
.
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” 
(Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
.