Showing posts with label Dakwah. Show all posts
Showing posts with label Dakwah. Show all posts

COVID-19, Fitnah Akhir Zaman

Jurnal Hijrah | Kumpulan Artikel Islami

Covid-19 adalah salah satu gambaran apa yg telah di nubuatkan oleh Allah dan rosulnya tentang fitnah akhir zaman, di mana umat manusia lebih takut kepada covid 19 dari pada takut kepada Allah SWT,
.
dan aku berkeyakinan bahwa pandemi ini adalah pertolongan Allah atas segala bentuk tekanan, fitnah dan kezaliman kepada orang orang mukmin,
.
Saudara mukminku Kita bisa belajar dari saudara saudara kita di Xinjiang cina,,,dan negri negri muslim lainya yg terintimidasi,,,,, bagaimana mereka di tekan di intimidasi, di isolir, di susahkan, direbut kebebasannya, di zolimi, disakiti secara fisik dan moril, ekonomi mereka di hancurkan, keyakinan dan iman mereka di rusak oleh penguasa penguasa pengikut Dajjal,
Namun dunia yg selalu teriak teriak tentang kemanusiaan dan ketuhanan,yg merasa paling suci dan paling benar, mereka berdiam diri dan menutup mata terhadap kezaliman ini, ini adalah dari doa doa orang mukmin dan Allah mengabulkannya,,
.
aku bersaksi Allah maha pasti sebagaimana pastinya hidup maka begitulah pastinya kematian, sebagaimana pastinya kematian begitulah pastinya akhirat,
.
فَا ذْكُرُوْنِيْۤ اَذْكُرْكُمْ وَا شْکُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)
.
Wahai mata,,,,,
lihatlah negri negri yg paling di susahkan dan paling banyak memakan korban atas pandemi ini, bukankah fakta dan sejarah telah membuktikan,,, apalagi yg ingin kau dustakan, jikalau kau ingin berkilah, berkilahlah,,,, ini baru azab dunia,, dan azab akhirat itu jauh lebih berat lagi,,,pandemi ini adalah contoh sebagaimana engkau merusak keyakinan mereka, seperti itulah Allah merusak keyakinanmu,
.
فَاَ مَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَاُ عَذِّبُهُمْ عَذَا بًا شَدِيْدًا فِى الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةِ ۖ وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ
"Maka adapun orang-orang yang kafir, maka akan Aku azab mereka dengan azab yang sangat keras di dunia dan di akhirat, sedang mereka tidak memperoleh penolong."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 56)
.
Wahai mata lihatlah ,,,
Dengan pandemi ini, sekarang umat manusia telah penuh kecemasan, ketakutan, kebebasan yg terkekang, kekurangan harta, kekurangan daya, kekurangan jiwa, akses ibadah menjadi sulit, rasa kemanusiaan dan sosialitas memudar, seperti apa yg di rasakan oleh saudara mukmin kami yg terzolimi di luar sana.
.
Allah ingin memperlihatkan bagaimana engkau merasakan apa yg di rasakan oleh saudara saudara muslim kami , yg engkau fitnah, engkau zolimi, engkau adu domba, engkau bunuh dan ingin engkau rusak iman mereka, yg seolah olah engkau paling suci dan paling benar, padahal engkau adalah penghianat ketuhanan dan kemanusiaan,,,,,
.
وَمَكَرُوْا وَمَكَرَا للّٰهُ ۗ وَا للّٰهُ خَيْرُ الْمَا كِرِيْنَ
"Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 54)
.
Subhanallah Alhamdulillah lailaha illalloh allohuakbar lahaula wala quwwata Illa Billah.
.

14 DOSA ANAK MUDA DI BULAN RAMADHAN

Jurnal Hijrah | Kumpulan Artikel Islami

PERTAMA, masih ada yang sering ONANI di malam hari atau ada juga saat siang hari puasa. Ingat, onani itu dosa besar karena bukan menyalurkan syahwat pada tempatnya. Di samping dampak buruk onani itu banyak.
.
KEDUA, habis sahur bablas tidur, tidak shalat Shubuh. Kalau ini sering banget ditemukan. Di antara sebabnya karena makan sahurnya terlalu malam. Kalau makan sahur bisa dekat dengan waktu Shubuh, pasti bisa langsung shalat Shubuh. Ingat meninggalkan shalat itu dosa besar.
.
KETIGA, masih pacaran. Bahkan ada yang siang hari puasa masih berduaan bareng dengan pacarnya. Puasa bisa jadi sia-sia lantaran ini.
.
KEEMPAT, lebih mementingkan buka puasa, daripada shalat magrib. Shalat Magrib tidak pernah dipikirkan, yang penting berpikir berbuka dengan berbagai menunya.
.
KELIMA, puasa tetapi tidak shalat. Padahal meninggalkan shalat itu kekafiran. Dikira jika shalat ditinggalkan, tidak berpengaruh pada puasa. Harusnya kita berpuasa, juga harus shalat.
.
KEENAM, gosipin orang dan membicarakan keburukan orang, ini namanya ghibah. Ghibah itu masuk dosa besar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebut, ghibah adalah membicarakan kejelekan orang lain saat ia tidak ada.
.
KETUJUH, tidak patuh pada orang tua. Contoh saja, malas di suruh ke warung sama orangtua, karena sibuk main hape.
.
KEDELAPAN, habisin waktu untuk mancing, sampai tidak mengerjakan shalat.
.
KESEMBILAN, mendengar musik, sama saja halnya dengan musik islami.
.
KESEPULUH, mengganggu orang lain saat shalat berjamaah seperti saat shalat tarawih. Contoh, main perang sarung dan main petasan saat tarawih.
.
KESEBELAS, merokok sembunyi-sembunyi. Padahal merokok sendiri sudah dihukumi haram. Apalagi saat sedang puasa merokok. Ini termasuk kelakuan tidak jujur saat puasa.
.
KEDUA BELAS, kesempatan lebih mendekatkan diri dengan pacar/ mantan dengan cara bangunin makan sahur, suruh shalat, dan lain-lain. Inilah bentuk yang disebut pacaran Islami.
.
KETIGA BELAS, jalan-jalan Shubuh dan nongkrong bakda Shubuh, sambil memandang wanita yang tidak halal dilihat.
.
KEEMPAT BELAS, main futsal pada malam hari, sampai meninggalkan shalat Isya atau shalat Shubuh.
.

KEUTAMAAN DI BULAN RAMADHAN


Sebagaimana dalam hadīts bahwasanya di bulan Ramadhān dibuka pintu Surga dan ditutup pintu Neraka dan di belenggu syaithān-syaithān.
.
Dalīlnya adalah hadīts yang tadi kita sebutkan, di dalam sebuah lafazh "dibuka pintu-pintu Surga".
.
Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:
.
إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ
.
"Apabila masuk bulan Ramadhān, maka pintu-pintu Surga dibuka, dan akan ditutup pintu-pintu Jahannam, dan akan dibelenggu syaithān-syaithān.”
(Hadīts shahīh riwayat Bukhāri nomor 3277)
.
Ini menunjukkan bahwasanya Surga memiliki pintu. Dan disebutkan dalam hadīts yang lain bahwasanya jumlah pintu Surga ada 8 (delapan).
.
Dan dalam ayat disebutkan bahwasanya Jahannam memiliki 7 (tujuh) pintu:
.
لَهَا سَبۡعَةُ أَبۡوَٰبٖ
.
"Jahanam itu mempunyai tujuh pintu.”
(QS Al Hijr: 44)
.
وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ
.
"Dan akan dibelenggu syaithan-syaithan.”
.
Hadīts di atas menunjukkan tentang keutamaan bulan Ramadhān bahwasanya di bulan tersebut, pintu Surga yang jumlahnya ada 8 (delapan) akan dibuka dan pintu-pintu Neraka akan ditutup. Dan pada bulan tersebut (Ramadhān) Allāh Subhānahu wa Ta'āla akan membelenggu syaithān-syaithān.
(Hadīts shahīh diriwayatkan oleh Al-Bukhāri dan Muslim)
.
Ada yang mengatakan bahwasanya ditutupnya pintu Jahannam dan dibukanya pintu Surga ini adalah atas hakikatnya, dan menunjukkan bahwasanya ini adalah bentuk pengagungan terhadap bulan tersebut, sehingga dibuka pintu Surga dan ditutup pintu Neraka dan dibelenggu syaithān-syaithān.
.
√ Ada yang mengatakan bahwa maknanya adalah hakikatnya demikian.
√ Ada yang mengatakan bahwa maksudnya di sini adalah isyarat tentang banyaknya pahala di bulan Ramadhān.
.
Yang dimaksud dibuka pintu Surga adalah banyaknya orang yang bertaubat, banyaknya pahala yang Allāh berikan kepada orang-orang yang beramal.
.
Yang dimaksud ditutup pintu Neraka adalah sedikitnya kemaksiatan pada bulan tersebut, dan ini disebutkan di antaranya oleh Syaikh Utsaimin rahimahullāh.
.
Beliau mengatakan:
.
وإنما تفتح أبواب الجنة في هذا الشهر لكثرة الأعمال الصالحة، وترغيبا للعاملين، وتغلق أبواب النار لقلة المعاصي من أهل الإيمان، وتصفد الشياطين فتغل فلا يخلصون إلى ما يخلصون إليه في غيره.
.
"Dan sesungguhnya dibuka pintu-pintu Surga karena banyaknya amal shālih di bulan tersebut dan untuk mendorong orang-orang yang beramal shālih. Dan ditutup pintu-pintu Neraka karena sedikitnya kemaksiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman. Dan dibelenggu syaithan-syaithan sehingga mereka tidak leluasa menggoda manusia sebagaimana leluasanya mereka di selain bulan Ramadhān."
.
Jadi ada yang mengatakan maksudnya adalah hakikat, dan ada yang menyatakan ini adalah isyarat banyaknya pahala dan sedikitnya kemaksiatan pada bulan tersebut.
.
Bulan Ramadhān adalah bulan turunnya Al- Qurān.
.
Dan Al-Qurān sebagaimana kita tahu adalah petunjuk dan rahmat bagi manusia dan di dalamnya ada cahaya. Barangsiapa yang memegang isi Al-Qurān maka dia akan berjalan di atas bumi ini dengan cahaya, tidak bingung di dalam hidupnya, mengetahui apa yang harus dilakukan, mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.
.
Allāh Subhānahu wa Ta'āla telah memilih turunnya Al-Qurān di bulan Ramadhān, di antara sekian banyak bulan yang ada selama satu tahun.
.
Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengatakan:
.
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًۭى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍۢ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ
.
"Bulan Ramadhān, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qurān, sebagai petunjuk bagi manusia, dan bukti yang nyata dari petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).”
(QS Al-Baqarah: 185)
.
Ini diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala di bulan Ramadhān. Oleh karena itu di antara amalan yang diperbanyak di dalam bulan Ramadhān adalah membaca Al-Qurān.
.
Dahulu Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam beliau memperbanyak membaca Al-Qurān di bulan Ramadhān, lebih banyak daripada apa yang beliau baca di selain bulan Ramadhān.
.
Allāh telah mengkhususkan ibadah puasa yang merupakan salah satu rukun Islām.
.
Puasa Ramadhān merupakan rukun Islām, dan dia adalah kewajiban. Sebagaimana firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla:
.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
.
"Wahai orang-orang yang beriman! Telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
(QS Al-Baqarah: 183)
.
Dan di dalam hadīts, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:
.
بني الإسلام على خمس: شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدًا رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وصيام رمضان، وحج بيت الله الحرام
.
"Islām dibangun di atas lima perkara، Syahādat Laa ilaaha illa Allah dan (syahāhat) Muhammad Rasūlullāh, menegakkan shalāt, membayar zakāt, puasa Ramadhān dan haji ke baitul Allāh Al-Haram.”
.
Puasa satu bulan ini, Allāh pilih di antara sekian banyak bulan dari 12 bulan, dilakukan kewajiban yang mulia ini di bulan Ramadhān.
.
Kewajiban puasa ini mulai diwajibkan pada tahun 2 Hijriyyah, dan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam selama hidupnya melakukan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhān, selama 9 kali, dari tahun ke-2 Hijriyyah sampai tahun ke-10 Hijriyyah, dan beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam meninggal dunia pada tahun ke-11 Hijriyyah.
.
Disyari'atkan Shalāt Tarawih
.
Sebagaimana sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
.
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
.
"Barangsiapa yang melakukan shalāt malam di bulan Ramadhān (yaitu shalāt Tarawih), karena iman dan mengharap pahala dari Allāh maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.”
(Hadīts shahīh riwayat Al-Bukhāri nomor 37 dan Muslim nomor 759)
.
Hadīts ini menunjukkan tentang keutamaan melakukan shalāt malam (shalāt Tarawih) di bulan Ramadhān dengan iman dan mengharap pahala dari Allāh, dan pahalanya adalah diampuni dosanya yang telah lalu.
.
Yang dimaksud dengan diampuni dosa yang telah lalu dalam hadīts ini adalah dosa-dosa kecil, adapun dosa besar maka jumhur ulamā mengatakan tidak diampuni dosanya kecuali dengan dia bertaubat kepada Allāh Azza wa Jalla.
.
Artinya tidak diampuni dengan sebab amal shālih akan tetapi karena taubat nasuha yang dilakukan oleh seseorang.
.
Di dalam bulan Ramadhān ada malam Lailatul Qadr.
.
Sebagaimana hadīts di atas:
.
لِلَّهِ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
.
Bagi Allāh di dalam bulan tersebut ada sebuah malam yang lebih baik daripada 1000 bulan. Barangsiapa yang beribadah di malam tersebut, melakukan amalan yang shālih di malam tersebut maka pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allāh Azza wa Jalla, sehingga seakan-akan dia mengamalkan amalan tersebut selama lebih daripada 1000 bulan (kurang lebih 83 tahun).
.
Seandainya kita melakukan shalāt malam di malam tersebut maka pahala kita dilipat gandakan oleh Allāh Azza wa Jalla sehingga kita mendapatkan ganjaran orang yang shalāt lebih dari 83 tahun.
.
Membaca Al-Qurān di malam tersebut pahalanya dilipat gandakan oleh Allāh sehingga kita akan mendapatkan ganjaran orang yang membaca Al-Qurān selama lebih dari 83 tahun, dan seterusnya.
.
Ini adalah karunia yang besar dan jarang di antara manusia yang umurnya sampai 83 tahun. Tetapi apabila dia diberikan taufīq oleh Allāh sehingga bisa beramal di malam tersebut, maka ini adalah taufīq dari Allāh dia akan mendapatkan keutamaan yang besar dilipat gandakan amalannya sebagaimana ayat di dalam surat Al-Qadr dan hadīts yang mulia ini.
.
Di dalam bulan Ramadhan ada pembebasan dari Neraka.
.
Sebagaimana di dalam hadīts dimana beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:
.
ونادى منادٍ يا باغيَ الخيرِ أقبِلْ ويا باغيَ الشَّرِّ أقصِر وللَّهِ عتقاءُ منَ النَّارِ وذلِك في كلِّ ليلةٍ
.
Disebutkan dalam hadīts ada yang memanggil (di bulan tersebut):
.
"Wahai orang yang mencari kebaikan, menghadaplah! dan wahai orang yang mencari kejelekan pergilah. Dan Allāh Subhānahu wa Ta'āla pada malam tersebut memiliki orang-orang yang akan dibebaskan dari Neraka. Pembebasan tersebut dilakukan setiap malam."
(Hadīts shahīh riwayat Ibnu Mājah dan dishahīhkan oleh Syaikh Al-Bāniy rahimahullāh)
.
Jadi setiap malam ada orang yang dibebaskan oleh Allāh dari neraka (artinya) dia tidak akan masuk ke dalam Neraka.
.
Makna hadīts ini adalah orang yang berdosa yang seharusnya dia berhak mendapatkan adzab dalam Neraka dibebaskan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla sehingga dia tidak masuk ke dalam Neraka.
.
Umrah di bulan Ramadhan mendapatkan pahala haji
.
Sebagaimana sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
.
فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِىه تعدل حَجَّة
.
"Jika Ramadhān tiba, berumrahlah saat itu karena sesungguhnya umrah di bulan Ramadhān sebanding dengan haji.”
(Hadīts shahīh riwayat Al-Bukhāri dan Muslim)
.
Wallahu A'lam Bish shawab.
Barakallahu fiikum.
.

MALAM MENGEMBALIKAN KECINTA

Jurnal Hijrah | Kumpulan Artikel Islami

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

SEGERA BUANG PERMUSUHAN
.
Telitilah hatimu..
Kosongkan dari permusuhan
.
Rasulullah saw bersabda :
.
Sesungguhnya Allah memandang (hati hamba-hambanya) pada malam Nisfu Sa'ban lalu Allah mengampuni dosa-dosa semua makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang dihatinya ada Syahna' (permusuhan)
.
MEMAAFKAN ITU CINTA: ISTANA SANG HATI YANG PEMAAF
.
‘Pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya...
Di tengah perbincangan dengan para sahabat, tiba-tiba Rasulullah Saw tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya‘.
.
Umar r.a. yang berada di situ, bertanya :
Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah ?
.
Rasulullah SAW menjawab :
‘Aku diberitahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Allah SWT.
.
Salah seorang mengadu kepada Allah sambil berkata :
.
‘Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku.
.
Allah SWT berfirman :
‘Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya sedikitpun..?
.
Orang itu berkata,:
‘Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku dipikul olehnya.
.
‘Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca sehingga Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya.
.
Beliau menangis,
‘Lalu, beliau Rasulullah berkata,
Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya.
.
Rasulullah SAW melanjutkan kisahnya.
Lalu Allah berkata kepada orang yang mengadu tadi, ‘Sekarang angkat kepalamu‘.
.
‘Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata :
.
‘Ya Rabb, aku melihat di depan ku ada istana-istana yang terbuat dari emas, dengan puri dan singgasananya yang terbuat dari emas & perak bertatahkan intan berlian.
‘Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb?
‘Untuk orang shiddiq yang mana, ya Rabb?
‘Untuk Syuhada yang mana, ya Rabb?
.
Allah SWT berfirman :
‘Istana itu diberikan kepada orang yang mampu membayar harganya.
.
Orang itu berkata,
‘Siapakah yang mampu membayar harganya, ya Rabb?
.
Allah SWT berfirman :
‘Engkaupun mampu membayar harganya.
.
Orang itu terheran-heran, sambil berkata,
Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb?
.
Allah SWT berfirman,
‘Caranya, engkau MAAFKAN saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku’.
.
Orang itu berkata,
‘Ya Rabb, kini aku memaafkannya.
.
Allah SWT berfirman :
‘Kalau begitu, gandeng tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu.
.
Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah SAW berkata,
.
‘Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian SALING BERDAMAI dan MEMAAFKAN, sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin‘.
(Kisah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih).
.
Saudaraku, ketahuilah Amalan hati yang nilainya tinggi di hadapan Allah adalah meminta maaf, memberi maaf, dan saling memaafkan...
.
Maafkan diriku ya sahabat-sahabatku dan saudaraku sekiranya pernah menyakitimu mungkin kita berbeda pandangan politik tapi yakinlah engkau tetap saudraku seiman seislam dan saudara yang sama bersyahadat Semoga kita bersama-sama masuk syurga.🙏😭😭
.
آمِيّنْ آمِيّنْ آمِيّنْ يَا رَبَّ العَـــالَمِيْن..
.
Mohon maaf lahir batin,
Selamat menyambut datangnya Bulan Suci ramadhan 2020/1441
.

KEUTAMAAN BULAN SYA'BAN DAN AMALAN NYA

Jurnal Hijrah | Kumpulan Artikel Islami

Insyaallah beberapa besok atau lusa akan masuk bulan Sya'ban yang mana banyak amalan Dan keutamaan Nya antara lain.
.
1.Memperbanyak Puasa.
.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya dia berkata,Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berbuka, dan berbuka sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berpuasa. Dan saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa dalam sebulan kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban.
(HR Bukhari Muslim)
.
Para ulama menyebutkan bahwa puasa di bulan Sya’ban meskipun dia hanya puasa sunnah, tetapi memiliki peran penting untuk menutupi kekurangan puasa wajib di bulan Ramadhan. Seperti shalat fardhu, shalat fardhu memiliki shalat sunnah rawatib, yaitu: qabliyah dan ba’diyah. Shalat2 tersebut bisa menutupi kekurangan shalat fardhu yang dikerjakan. Sama halnya dengan puasa Ramadhan, dia memiliki puasa sunnah di bulan Sya’ban dan puasa sunnah enam hari di bulan Syawwal. Orang yang memulai puasa di bulan Sya’ban insya Allah tidak terlalu kesusahan menghadapi bulan Ramadhan.
.
2.Membaca Al-Qur’an
.
Salamah bin Kuhail berkata : Dulu dikatakan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan para qurra’ (pembaca Al-Qur’an).Begitu pula yang dilakukan oleh ‘Amr bin Qais rahimahullah apabila beliau memasuki bulan Sya’ban beliau menutup tokonya dan mengosongkan dirinya untuk membaca Al-Qur’an.
(Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali hal. 138.)
.
3.Mengerjakan amalan-amalan shalih
.
Seluruh amalan shalih disunnahkan dikerjakan di setiap waktu. Untuk menghadapi bulan Ramadhan para ulama terdahulu membiasakan amalan-amalan shalih semenjak datangnya bulan Sya’ban , sehingga mereka sudah terlatih untuk menambahkan amalan-amalan mereka ketika di bulan Ramadhan.
.
Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullah pernah mengatakan: Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan bulan Sya’ban adalah bulan memanen tanaman.
.
4.Menjauhi perbuatan syirik dan permusuhan di antara kaum muslimin.
.
Sesungguhnya Allah muncul di malam pertengahan bulan Sya’ban dan mengampuni seluruh makhluknya kecuali orang musyrik dan musyahin
(HR Ibnu Majah)
.
Musyahin adalah orang yang memiliki permusuhan dengan saudaranya.
.

KEUTAMAAN DI BULAN SYA'BAN

Jurnal Hijrah | Kumpulan Artikel Islami

Bulan ini adalah bulan diangkatnya amal shalih kepada Allah ﷻ, kemudian setelah itu Allah menerima di antara amal shalih yang kita kerjakan tersebut apa yang Dia kehendaki.
.
Apabila amal shalih tersebut ikhlas sesuai dengan Sunnah diterima oleh Allah ﷻ, (tetapi) jika tidak terpenuhi syaratnya maka tidak diterima oleh Allah.
.
Dalil bahwa bulan Syaban ini diangkat amal shalih kepada Allah adalah sebuah hadits yang dihasankan oleh Syaikh Al-Albāniy rahimahullah dan diriwayatkan oleh Imam An-Nassai di dalam Sunnannya.
.
Bahwasanya Usamah ibnu Zaid pernah berkata kepada Rasulullah ﷺ:
.
قلت يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ
.
Aku mengatakan, "Wahai Rasulullah aku tidak pernah melihat engkau berpuasa di sebuah bulan yang lebih banyak puasanya daripada puasamu di bulan Syaban”.
.
Maksud Usamah di sini adalah bertanya dan apa hikmahnya? Di bulan yang lain beliau juga berpuasa tetapi tidak sebanyak puasa beliau di bulan Syaban.
.
قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ
.
“Kemudian Nabi ﷺ mengatakan: “Ini adalah bulan dimana manusia banyak yang lalai (dari amal shalih) bulan ini berada antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan”.”
.
Bulan Rajab termasuk bulan haram karena ada empat bulan yang merupakan bulan-bulan haram yaitu Dzulqadah, Dzulhijjah, Al-Muharram, ini tiga bulan secara berturut-turut adalah bulan haram, yang keempat adalah bulan Rajab.
.
Dan diutamakan mengerjakan amal-amal shalih di bulan haram, dan di situ manusia bersemangat untuk beramal karena dia termasuk bulan haram.
.
Bulan Ramadhan adalah bulan mulia dan bulan yang paling afdhal, di dalamnya manusia banyak sibuk dalam ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla.
.
Maka di bulan Syaban kata Beliau ﷺ banyak manusia yang lalai dari amal shalih.
.
وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ
.
“Dan dia adalah bulan diangkat di dalamnya amal shalih kepada Allah Rabbul Alamin.”
.
Maka Rasulullah ingin mengisi bulan Syaban ini dengan amal shalih dan melakukan ibadah di saat manusia lalai memiliki keutamaan.
.
Seseorang ingat kepada Allah dan beribadah kepada Allah di waktu kebanyakan manusia lalai di dalamnya, maka ini memiliki kelebihan dan keutamaan yang besar di sisi Allah Azza wa Jalla.
.
Sebagaimana di dalam sebuah hadits ketika beliau shallallahu 'alayhi wa sallam menunjukkan tentang keutamaan beribadah di waktu fitnah. Ketika terjadi fitnah besar menimpa orang banyak sehingga manusia lalai, mereka semua terlelap dengan fitnah tersebut.
.
Banyak manusia yang lalai dari dzikurullah dari ibadah, kemudian ada sebagian manusia dalam keadaan fitnah tersebut tidak menurunkan semangatnya untuk terus beribadah kepada Allah Azza wa Jalla. Terus membaca Al-Qur'an, melakukan puasa, terus menjaga shalatnya.
.
Fitnah yang ada tidak mengendorkan semangatnya untuk beribadah.
Maka Nabi ﷺ mengabarkan:
.
الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَىَّ
.
"Beribadah di waktu terjadinya fitnah seperti hijrah kepadaku (Rasulullah ﷺ).”
.
Ini menunjukkan tentang besarnya melakukan ibadah di waktu fitnah, orang lain dalam keadaan lalai, dalam keadaan takut, dalam keadaan bingung, dia terus beribadah kepada Allah Azza wa Jalla.
.
Demikian pula kita mengetahui tentang keutamaan yang besar bagi orang yang melakukan shalat malam hari, di antara hikmahnya yaitu manusia dalam keadaan terlelap dengan tidurnya, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan shalat di waktu tersebut adalah seutama-utama amalan. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
.
أَفْضَلُ الصَّلَاةِ ، بَعْدَ الْمَكْتُوبَةِ ، الصَّلَاةُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ
.
"Sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam"
.
Di antara hikmahnya karena manusia pada saat itu dalam keadaan lalai, berat untuk melakukan shalat, kemudian ada sebagian hamba Allah Azza wa Jalla yang bangun di waktu tersebut dan meninggalkan kenikmatan di dalam tidur kemudian dia menghadap Allah Azza wa Jalla.
.
Hikmah berpuasa di bulan Syaban adalah seseorang melakukan ibadah (menyibukkan ibadah) di saat kebanyakan manusia lalai dari ibadah. Inilah rahasia (keutamaan) kenapa Nabi ﷺ memperbanyak puasa di bulan Syaban.
.
Baarakallahu Fiykum.
.

KEGEMBIRAAN DALAM MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

Jurnal Hijrah | Kumpulan Artikel Islami

Mendapatkan bulan Ramadhān dan menemui bulan Ramadhān adalah nikmat dan karunia yang besar bagi seseorang.
.
Ketika kita bisa menemui bulan Ramadhān dalam keadaan sehat, maka ini adalah keutamaan yang agung dan karunia yang besar dari Allāh 'Azza wa Jalla bagi seseorang, karena kita mendapatkan keutamaan dan bulan yang agung yang di dalamnya kita bisa menambah bekal perjalanan dia menuju akhirat.
.
Disebutkan di dalam hadīts, bahwasanya seorang Arab Badui berkata kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

يَا رَسُولَ اللَّهِ من خَيْرٌ النَّاسِ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
.
"Yā Rasūlullāh, siapakah orang yang paling baik di antara manusia? Maka beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) mengatakan: "Orang yang paling baik adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya”.”
(Hadīts riwayat At Tirmidzī di dalam sunnannya dan dishahīhkan oleh Syaikh Al bāniy rahimahullāh)
.
Dipanjangkan oleh Allāh diberikan usia, diberikan kesempatan, kemudian kita memperbaiki amalan,dengan memanfaatkan usia dan waktu kita dengan baik.
.
Dengan kesempatan untuk menemui bulan Ramadhān,dan dengan kesehatan sehingga kita bisa melaksanakan ibadah dan ketaatan di bulan Ramadhān dengan maksimal.
.
Ini adalah nikmat bagi seseorang dan karunia yang besar apabila kita bisa menemui bulan Ramadhān dan kita sambut dengan gembira.
.
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam sebelum datangnya bulan Ramadhān, beliau memberikan kabar gembira kepada para shahābatnya, dengan kedatangan bulan yang sangat mulia
.
Sebagaimana dalam hadīts dari Abū Hurairah radhiyallāhu ta'āla 'anhu ketika beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:
.
أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ ، فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
.
”Telah datang kepada kalian bulan Ramadhān, sebuah bulan yang berbārakah, Allāh Subhānahu wa Ta'āla mewajibkan atas kalian berpuasa di bulan tersebut. Dibuka pintu-pintu langit dan di tutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu syaithān-syaithān yang ganas. Bagi Allāh di dalamnya ada sebuah malam yang lebih baik daripada 1000 bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan malam tersebut sungguh dia telah diharamkan dari sesuatu yang baik (dijauhkan dari kebaikan yang besar)."
(Hadīts shahīh diriwayat kan oleh An Nassā'i)
.
Berbarakah, maksudnya banyak kebaikannya, dilipat gandakan ganjaran, dan di dalamnya kita lihat orang-orang Islām mereka berlomba siang dan malam untuk mendekatkan diri mereka kepada Allāh 'Azza wa Jalla. Sedikit kemaksiatan.
.
Pantas bagi seorang yang beriman yang mengetahui bahwasanya umurnya sangat terbatas dan mengetahui bahwa kita semua akan kembali kepada Allāh dan tidak ada bekal yang paling baik daripada taqwa, pantaslah bagi kita untuk bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhān.
.
Maka hendaklah ada pada diri seorang muslim dan muslimah alfarah (bahagia) dan gembira dengan kedatangan bulan Ramadhān dengan menyiapkan diri dengan memperbanyak amal saleh.
.
Dan kita memuji Allāh Azza wa Jalla, bersyukur kepada Allāh karena sudah didekatkan dengan bulan Ramadhān, bulan yang penuh dengan ampunan, penuh dengan rahmat, bulan untuk memperbaiki diri.
.
Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman :
.
قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌۭ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
.
Katakanlah: "Dengan kurnia dari Allāh dan rahmat-Nya, maka hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allāh dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". (QS Yūnus: 58)
.
Jangan hanya bergembira dengan dunia, tapi bergembira dengan rahmat dari Allāh dan karunia yang berupa pahala yang akan dibagi-bagikan oleh Allāh 'Azza wa Jalla bagi orang-orang yang beriman dan beramal shālih di bulan Ramadhān.
.
Wallahu A'lam Bish shawab.
Barakallahu fiikum.
.